cerpen_Senjaku yang menghilang
SENJAKU YANG MENGHILANG
Kehilangan ??????
Siapa yang tidak pernah merasakan yang namanya kehilangan, banyak sekali kisah yang mereka rangkaikan dengan indah tentang kehilangan , baik kehilangan orang-orang yang di cintainnya, kehilangan semngat hidup, kehilangan cita-cita dan bahkan kehilangan rasa untuk membuka kembali hatinya dengan yang lain.
Kamu pernah merasa kehilangan ???? pertanyaan itu terbuka juga olehnya , sebut saja dia matahari, “pertanyaan itu tiba-tiba saja terlintas dari percakapan srikandi persahabatan itu. Kali ini srikandi mereka tidak lengkap mentari yang biasa sapaan akrabnya kali ini sedang menjalankan tugasnya sebagai mahasiswa dan lebih asyik kali itu dengan tugas-tugasnya. Persahabatan mereka berawal dari semester awal ketika menginjakkan kaki di bangku perkuliahan , banyak kisah yang telah mereka lalui. Mentari yang kadang sifatnya masih bersifat kekanak-kanankan dan sifatnya kadang kemauannya harus dituruti membuat persahabatan ini semakin akrab. Matahahari yang memiliki sifat introver diantara kami bertiga membuat beberapa sifat nya yang misterius melengkapi kisah kami juga, dia yang lebih religius diantara kami srikandi menjadikan dia sebagai guru spiritual saya pribadi tepatnya. “ Matahari yang kali ini masih memandang lekat kepada aku masih dengan pertanyaan yang sama “ Edelweis, kamu merasa kehilangan lagi sekarang ???? “Edelweis yang raut mukanya sudah tenang tapi dalam hati dia berkecamuk dengan dirinya sendiri berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri , apakah betul sudah ada rasa kehilangan kali ini atau hanya sekedar rasa yang tiba-tiba hinggap dan yah lagi-lagi akan pergi menghilang. Kali ini masih termenung dengan situasi , percakapan mereka kali ini sedang menikmati suasana kampus di sore hari yang menjadi kampus favorit srikandi ini dari dulu, salah satu kampus yang akan membawa mereka kepada janji-janji impian mereka kelak lanjutkan pendidikan di luar negeri , entah di negeri Kanguru, negeri Kincir angin dan bahkan negeri Menara eiffel.
Sedikit flashback terkait dengan ketika negara-negara ini kami srikandi pendidikan mengikat ikrar janji kelak,kami bertiga akan melanjutkan pendidikan di salah negeri tersebut. Masih lekat sekali ikrar itu ketika kami sama-sama akan melanjutkan pendidikan ke tingkat pascasarjana , kami dengan tekad dan impian yang kuat telah meyakini kesuksesan akan menunggu kami di depan. Siapa yang akan ke negeri kanguru????? Jawabannya adalah saya yang sering memimpikan negeri kanguru itu. Ada sejuta impian disana yang telah saya kubur dalam-dalam yang akan saya capai disana.
Masih terbayang-bayang lagi pertanyaan itu ,matahari yang dengan eksperesi berharap Edelweis akan menjawab pertanyaan nya itu. Akhirnya dengan nada yang dipaksakan Edelweis bersuara”iya saya kehilangan yang belum sempat singgah bahkan dia belum sempat bertamu secara resmi. Dia telah pergi dan menghilang seperti senja yang tak pernah lagi akan menampakkan keindahannya. Seperti rembulan yang tak ingin lagi bersinar dengan pesonanya.Dia benar-benar menghilang dalam pandangan dan bahkan dalam impian dan mimpi pun telah berangsur-angsur hilang , seperti percobaan air es yang telah meleleh dan mencair lambat laut dari yang padat telah berubah menjadi cair.
Masih dengan ekspresi yang sama dan memaksakan , diam-diam Edelweis menceritakan secara detail awal dari kisah kehilangan ini. Sejak awal dari kita masuk organisasi saya mengagumi sosoknya yang berwibawa dan semua kelakuannya yang sering menjadi imam sholat ketika mereka berjamaah di mushollah kampus mereka. Saya yang diam-diam mengagumi nya sejak awal semester kita sampai akhir masa perkuliahan berakhir di jenjang sarjana. Saya tidak pernah menyangka terakhir ketika kita sudah berada di kota pendidikan , ada kontak baru yang muncul dalam handphone saya dan mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang telah saya kagumi diam-diam , dia memberikan senja setiap sore nya . Setiap hari berburu dengan senja dan akhirnya sampai berbulan tiap hari di suguhi senja dari tempat dia berada. Saya sempat heran dengan kebiasaan ini, saya yang mengangumi senja dan kebiasaan itu sama dengan dia. Terakhir dia menceritakan dengan runtut ternyata dia mencari informasi tentang saya selama perkuliahan. Dan akhirnya saya memahami itu, selang dari informasi itu entah terakhir dia mengirimkan senja kepadaku dan itu adalah senja terakhir darinya. Dan alhasil telah RAIB dalam kehidupanku . Dia menghilang tanpa pamit, dia menghilang dan tak pernah ada kabarnya , masih dengan tatapan dan pengharapan yang dalam , edelweis tetap saja dalam raut mukanya tenang tapi rangkaian kisah itu tetap saja terulang.Sore itu menepihkan sejarah bahwa ada yang pernah merasa singgah dan pada akhirnya pergi berlalu.”Matahari yang hanya ikut mangut-mangut dengan runtutan cerita ku berfikir keras dia adalah tipe orang yang berfikir secara tenang , maka dengan kata-kata bijak yang menguatkan akhirnya kata-kata itu kembali menjadi penguatku. “Bungaku , sapaan akrab untuk saya oleh mereka, kamu tahu apa bedanya berlian dan pasir itu ??? saya menatapnya dengan tatapan yang masih sendu, dalam hati berkata” Ya Allah hanya orang yang tidak bisa melihat ke indahan dan kepekaan yang tidak bisa membedakan itu, tapi hanya gerutuku dalam hati. Matahahari pun masih asyik melanjutkan perkataannya , Berlian itu indah dengan cahayanya , berlian itu berharga dengan kemilaunya, dan memiliki nilai yang paling tinggi dimana pun tempatnya berada. Ketika di sandingkan dengan pasir, seberapa banyak pun timbunan pasir di sekelilingnya tapi masih saja berlian menjadi titik perhatian , elok bagi orang-orang yang melihatnya. Letaknya sangat jauh berbeda, mungkin saja dia yang kamu kagumi hanya salah satu rangkaian pasir yang akan mencoba untuk menyilaukan sedikit saja pancarannya, sedangkan ada berlian yang lebih indah nantinya yang akan berkilau di kehidupan kamu. Titik terjal perasaan kita ini bukan hanya satu kali ini, tapi sudah beberapa kali untuk sempat tergores dengan sedikit pengharapan yang berlebihan. Sudah lah yang seharusnya disimpan ditempatnya jangan pernah kembali untuk mengotak atik tempat itu, sesuatu yang sepantasnya untuk tidak di ungkit kembali maka jangan pernah lagi mengungkitnya. Kelebihannya yang membuat mu mengagumi nya hanya sementara itu bukan perasaan yang hakiki sepenuhnya dan kamu harus mengetahui itu, jangan pernah untuk terjebak dalam rasa yang belum pantas. Seketika itu juga aku pun berfikir bahwa hanya kebodohan yang telah aku perbuat untuk menanti dan mengharapkan hal-hal bodoh lainnya.Merasa kehilangan itu karena kamu pernah berharap lebih, merasa kehilangan itu karena kamu pernah merasakan bahwa sudah menjadi bagian darimu. Lambat laun kebiasaan menunggu senja pun darinya telah berkurang dan saya pun tidak akan pernah berharap lagi untuk menunggu senja yang indah darinya. Senja tetaplah senja dan akan tetap menjadi istimewa tergantung dari sudut mana kamu menikmatinya. Jika kali ini senja yang telah mewarnai kehidupan mu di persimpangan penantian akhir harimu, maka biarkan senja yang kamu nikmati sekarang berdamai dengan keadaan dan perasaan , itu akan membuatmu lebih nyaman menatapnya lagi. Sore itu lagi-lagi kami menikmati senja ,dan kali ini senja yang disuguhkan oleh sang pencipta luar biasa. Senja ku kali ini kadang lebih bermakna di temani dengan sahabat-sahabat seperjuangan dan seiman semoga saja persahabatan srikandi ini tetap kokoh yang akan saling menguatkan kami. Dan kelak jika srikandi ku diantara kami bertiga telah mendapatkan pasangan yang halal maka sejarah ini pun tetap menjadi bingkisan dan rentetan kisah kami. Dan sebelum senja benar-benar telah menjemput malamnya, hadirlah mentari membawakan sebingkisan yang menambahkan suasana yang indah ini, “mentari dengan sifatnya yang tidak bisa diam tiba-tiba saja mengatakan ehhh, kok senja akan berlalu sih,?? Tapi belum sempat kami menjawabnya , dia pun dengan rasa percaya dirinya mengatakan tapi tidak apa-apa sebab besok kan ada mentari, ada saya yang akan menberikan cahaya ketika kalian akan membukakan mata menatap dunia dan hari-hari kalian. Spontan saja kamipun saling berangkulan mensyukuri semua nikmat ini. Kehilangan akan tetap kita rasakan selama kita masih merasakan bahwa yang kita dapatkna ini adalah karena usaha dan memang pantas untuk kita, tetapi sejatinya ketika kamu sudah mengikhlaskan bahwa semua yang terjadi dalam kehidupan ini bukan bentuk kehilangan tapi titipan dari sang kuasa yang tiba-tiba saja akan dia mabil kembali,jika perasaan itu sudah kita miliki maka kita tidak akan pernah merasa kehilangan. Mari saling mengisi hari-hari yang indah ini denga karya-karya , perkara jodoh dan pasangan hidup betul-betul rahasia, maka sambil menuggu kapan akan bertamu dengan resmi siapapun itu maka perbaiki kualitas diri karena cerminan jodoh atau pendamping hidup mu adalah pancaran dari dirimu. Terus berkarya dan perkaya pengetahuan .
Sumiara lahir selayar 24 juni 1993 , lebih akrab di panggil ara, kali ini sedang penempuh pendidikan pascasarjan di Universitas Negeri Surabaya jurusan pendidikan dasar , menyukai segala bentuk mebaca dan menulis.
Komentar
Posting Komentar