Mengajarkan anak tentang listrik statik
“ Teaching Children about Static Electricity “
(Mengajar Anak tentang Listrik Statik)
DISUSUN OLEH :
NAMA : SUMIARA
NIM : 17070855069
JURUSAN : PENDIDIKAN DASAR
PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2017
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT,atas keberkahan Rahmat dan nikmat kesempatan dan kesehatan yang tercurahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang diberikan pada mata kuliah Konsep Pendidikan IPA yang berjudul “Teaching Children about Static Electricity(Mengajar anak tentang listrik statik “.
Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas beberapa tentang listrik statik dan ada beberapa percobaan yang kan dijelaskan dan di praktekkan.
Penulis berharap dengan dibahasnya terkait dengan listrik statik dapat menambha wawasan dan ilmu ita semua terutama bagaimana nanti ketika memberika pengajaran kepada mahasiswa-mahasiswa kelak yang akan diajarkan dan mentransferkan ilmu kepada peserta didik dan para pendengar makalah ini.
Penulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan masukan-masukan yang dapat membangun dan mengkritik dari apa yang telah penulis tuangkan dalam makalah ini, oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk menambah ilmu dan pengetetahuan kita semua. Dan tak lupa pula ucapan terima kasih kepada teman-teman kelas yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Surabaya, 14 September 2017
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB.I.PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 2
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan 3
BAB.II.PEMBAHASAN 4
A. 4
B. 4
C. 5
D. 5
BAB.III.PENUTUP 20
A. Kesimpulan 20
B. Kritik dan saran 20
DAFTAR PUSTAKA 21
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Listrik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di era yang modern seperti sekarang ini, Listrik sudah menjadi bagian yang sangat terpenting dalam kehidupan, bersyukurlah kita sekarang yang bisa menikmati listrik.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temukan gejala-gejala fisika yang merupakan gejala kelistrikan. Misalnya, saat kita menyisir rambut yang kering dengan sisir plastik, terkadang pula kita mendengar bunyi gemerisik pada rambut. Demikian pula, saat kita menyeterika pakaian yang terbuat dari bahan campuran poliester atau teteron, tak jarang akan terdengar bunyi yang sama seperti saat menyisir rambut.
Pernahkah kita melihat petir? Tatkala hari hujan kita sering melihat di langit yang gelap tiba-tiba muncul cahaya nan terang. Cahaya itu biasanya disertai suara gemuruh. Petir merupakah salah satu contoh dari gejala kelistrikan.
Masih banyak gejala kelistrikan yang lain, seperti plastik yang digosokkan pada rambut dapat menarik serpihan kertas. Nah, dari uraian diatas apa sebenarnya gejala kelistrikan itu? Mari kita coba masukkan tangan kedalam kantong plastik, apa yang terjadi? Tangan kita akan terasa berduri. Mengapa bisa demikian adanya? Apa yang menyebabkannya? Untuk dapat menjawab beberapa hal diatas, mari kita kaji bersama dalam makalah ini.
B. RumusanMasalah
1. Apakah yang dimaksud dengan Listrik Statik ?
2. Apa Manfaat listrik statik bagi kehidupan ?
3. Apa sajakah bahaya dari listrik statik ?
C. TujuanMasalah
Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan listrik statik
2. Untuk mengetahui apa-apa saja manfaat dari listrik static
3. Untuk Mengetahui bahaya apa saja yang diakibtakan dari listik statik
BAB II
PEMBAHASAN
A. PengertianListrikStatik
1. TentanglistrikStatik
Ilmu tentang kelistrikan bermula dari pengalaman sepotong ambar yang di gosok ,sehingga dapat menarik potongan jerami.Gejala kelistrikan ini pertama kali ditemukan oleh orang yunani yang bernama Thales dari militus pada abad ke-6 sebelum masehi.
Kelistikan diterjemahkan darikata ”electricity” yang berasal dari kata yunani “elekttron”yang berarti “ambar”. Ambar adalah pohon damar yang membantu .Orang-orang zaman purba mengetahui bahwa jika batang ambar yang di gosok dengan sepotong kain ,makaam barre sebutakan memiliki sifat yang dapat menarik benda-benda kecil yang berada di sekitarnya.
Selanjutnya pada tahun 1600, William Gilbert seorang dokter pribadi Ratu Elizabet I dari inggris meeliti lebih lanjut tentang peristiwa ini, dengan membedakan benda menjadi dua golongan , yang sekarang dinamakan isolator dan konduktor. Berkaitan dengan ilmu pengetahuan pendidikan telah dibuktikan pula bahwa listrik terdiri atas partikel-partikel kecil yang bermuatan negative danpositif yang selanjutnya dinamakan electron dan proton.
Listrik statik adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari tentang muatan listrik yang berada dalam keadaan diam.
Ketika membahas topik ini, kita bisa menggunakan banyak hal yang berbeda untuk menunjukkan pada siswa tentang apa yang dimaksud dengan listrik statis dan bagaimana ini bekerja.Tapi, mari kita lihat beberapa informasi dasar sebelum memulai akitivitas ini. Bagaimana para ilmuan jaman dahulu mempelajari listrik statis?
Referensi paling awal mengenai listrik statis dikenal 2600 tahun lalu. Pada 600 SM orang-orang Yunani menemukannya, ketika menggosok resin yang dikeraskan dari sebuah pohon, disebut ambar, akan menarik sedikit serat, debu, dan kertas. Faktanya, istilah elektron berasal dari Yunani “amber”.
Pengetahuan tentang listrik statis tidak berkembang dengan cepat beberapa abad silam. Sangat sedikit informasi baru yang ditemukan kecuali semakin banyak benda yang bisa ditarik oleh ambarTidak sampai 1672 terobosan nyata berikutnya datang. Sampai dengan saat ini selalu diperlukan untuk mengisi batang dengan benar-benar menggosok. Namun pada tahun itu Otto Van Guericke, seorang fisikawan Jerman, dibangun sebuah mesin untuk melakukan menggosok untuknya.
Kurang dari 80 tahun kemudian, penemuan penting berikutnya ditemukan. Dua ilmuan menemukan hal yang sama pada waktu yang hampir bersamaan. Pada 1745, E. G Kleist, seorang pendeta, dan pada 1946 Pieter von Musschenbroek dari Belanda membuat alat untuk menyimpan listrik. Meskipun, temuan Kleist lebih awal namun Musschenbroek yang lebih dulu melaporkannya. Sehingga, temuan tersebut dikenal sebagai “Leyden jar”(botol Leyden), nama kota kediaman Musschenbroek di Leyden, Belanda.
Ada keterangan tambahan yang menarik pada cerita leyden jar. Kenapa para ilmuan menggunakan botol untuk menyimpan listrik? Tidak ada alasan kenapa botol digunakan untuk menyimpan listrik tersebut dan saat ini juga tidak digunakan pada alat elektronik apapun.
Jawabannya sederhana. Pada saat itu, para ilmuan berpikir bahwa listrik adalah bentuk zat cair gas yang tidak berbobot dan tidak terlihat. Jadi, ini wajar menggunakan wadah untuk mengumpulkan zat tersebut. Wadah apa yang mereka punya waktu itu? Botol kaca saat itu paling umum digunakan. Dan itulah kenapa botol kaca menjadi wadah pertama untuk menyimpan listrik.
Botol Leyden (Leyden jar) digunakan sebagai penyimpan listrik untuk beberapa alasan yang sama. Jika listrik merupakan sebuah zat yang tidak bisa dilihat, para ilmuan beralasan bahwa ini mungkin adalah gas yang harus disimpan. Sekarang kita masih menggunakan alat elektronik kecil yang bisa menyimpan listrik sebagai penyimpannya, walaupun sekarang lebih dikenal sebagai kapasitor.
Tokoh lain dalam bidang listrik statis adalah Benjamin Franklin. Dia dikenal karena penemuan bahwa halilintar dalam badai petir sama bentuknya dengan listrik statis yang dibuat di labnya.Ini penting untuk dicatat bahwa Franklin sangat hati-hati ketika mengadakan eksperimen layang-layangnya yang terkenal selama badai petir. Dia sangat sadar mengenai bahaya petir. Sebelumnya, petir diketahui membunuh orang dan menimbulkan kebakaran, maka dia sangat mengagumi kekuatannya.
Pertama, Franklin tidak berdiri di tengah hujan. Dia berdiri di atas tanah yang kering di bawah atap yang panjang. Kedua, layang-layangnya diikatkan pada sebuah kawat kecil tetapi Franklin tidak menyentuh kawat tersebut. Dia mengikatkan sebuah tali/benang kering yang pendek pada ujung kawat dan memegang benang kering tersebut.
Selama eksperimen, Franklin memegang sebuah botol leyden kosong yang terhubung pada ujung kawat layang-layangnya. Dia ingin tahu apakah energi di awan akan mengisi botol kosong yang disiapkannya sama dengan energi yang dihasilkan di labnya. Apakah ini sama dengan energi yang dihasilkan dengan menggesekkan ambar dengan wool? Ternyata listrik yang dihasilkan sama. Dia membuktikan bahwa halilintar merupakan bentuk listrik statis yang sangat kuat.
Franklin beruntung halilintar tidak mengikuti kawat dimana dia berdiri. Meskipun dengan persiapan pencegahannya, dia tetap dalam bahaya dan bisa tewas. Eksperimen franklin jangan pernah dilakukan sebagai proyek sekolah atau individual.
Franklin mungkin yang pertama dalam praktik penggunaan yang pernah dibuat dalam penelitian listrik statis. Para ilmuan telah bekerja dengan bentuk energi ini selama berabad-abad namun hanya menemukan gunanya untuk menarik perhatian para ilmuan lainnya. Tidak ada praktik penggunaan di luara lab. Apa temuan dari Franklin? Tongkat halilintar! Dia mencatat bahwa sebuah objek di lab akan segera kehilangan listriknya jika memiliki ujung lancip. Dia beralasan bahwa gagasan tersebut juga berlaku pada halilintar. Dia memasang benda lancip (tongkat) diatas rumah, menyambungnya dengan kabel lalu menanamnya didalam tanah. Ini berhasil.
Sebuah tongkat halilintar menawarkan perlindungan dengan dua cara. Pertama, elektron melepaskan diri dari ujung tongkat seperti yang terjadi pada objek lancip di lab. Maka, listrik yang normalnya akan terbentuk dalam suatu bangunan tersebut akan perlahan mengalir dan hilang. Jika listrik tidak terbentuk maka semakin kecil kesempatan halilintar menyambar. Kedua, jika halilintar menyambar, listrik yang besar tidak akan masuk ke dalam bangunan tersebut karena mengikuti kabel yang disambungkan dari ujung tongkat ke dalam tanah tanpa merusak bangunan tersebut.
Temuan Franklin datang tidak lama sebelum penemuan listrik sekarang ini. Pikirkan meskipun semua temuan mengenai listrik statis, tidak ada cara bagaimana ini alirannya dilepaskan secara kontinyu dan terkontrol.
Semuanya masih statis, sebuah listrik yang hanya bisa dilepaskan segera. Penemuan besar mengenai listrik sekarang belum datang
OBJEK MENGANDUNG LISTRIK MENARIK OBJEK YANG TIDAK MENGANDUNG LISTRIK (KEJADIAN 4-A SAMPAI 4-C)
a.Kejadian berbeda dan investigasi siswa.
Kejadian 4-A. Balon dan rak tak terlihat. Gesekkan sebuah balon dengan wool dan sentuhkan balon ke dinding. Apakah balon menempel seperti balon tersebut diletakkan pada rak tak terlihat?
Investigasi siswa (mungkin termasuk proses-proses berikut) :
1. Menguji aktifitas tersebut untuk melihat apakah siswa juga bisa membuat balon menempel pada dinding.
2. Mengamati bahwa balon tidak menempel kecuali balon tersebut digesekkan .
3. menyimpulkan hubungan antara menggesekkan balon dengan menempelnya dengan dinding.
Kejadian 4-B. Membuat air belok arah. Putar keran air sedikit sehingga air sangat kecil mengalir. Sediakan sisir karet atau plastik dan beberapa kain wool. Minta siswa untuk mencari tahu cara bagaimana sisir tersebut menarik air tanpa menyentuhnya.
Investigasi siswa (mungkin termasuk proses-proses berikut):
1. Mengamati bahwa air berbelok jika sisir diletakkan dekat dengan aliran air tersebut.
2. Menguji untuk melihat apakah eksperimen tersebut berhasil jika sisir tidak digesekkan (tentu tidak berhasil)
3. Menyimpulkan bahwa menggesekkan sisir pada sesuatu menyebabkannya menarik air.
Kejadian 4-C. Merica dan garam. Letakkan merica dan garam di atas selembar kertas. Tanyakan pada siswa apakah seseorang bisa memisahkan keduanya hanya dengan menggunakan sisir dan baju wool.
Investigasi siswa (mungkin termasuk proses-proses berikut):
1. Mengamati bahwa sisir menarik merica dan garam tersebut.
2. Memperkirakan bahwa ketukan kecil pada sisir akan menjatuhkan garam yang menempel pada sisir lebih dulu sebelum merica juga akan jatuh.
3. Membandingkan tingkat dimana merica dan garam ditarik.
Kejadian 4-A sampai 4-C dijelaskan dalam konteks (Objek beraliran listrik menarik objek yang tidak teraliri listrik).
2. APA YANG MENYEBABKAN MUATAN STATIS?
Penjelasan umum tentang kejadian ini biasanya termasuk pernyataan listrik disebabkan oleh gesekan. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Muatan listrik sebenarnya disebabkan dengan mendekatkan zat/bahan yang benar secara bersamaan. Menggosok hanya melengkapi tugasnya.
Beberapa bahan cenderung menggumpulkan elektron sementara beberapa bahan cenderung melepaskannya dengan mudah. Sehingga, ketika dua bahan yang berbeda diletakkan berdekatan (misal denggan menggesekkannya), elektronn yang terkandung akan berpindah satu sama lain.
Ketika sebuah objek menggumpulkan elektron, berarti mempunyai elektron lebih dan disebut mempunyai muatan negatif. Ketika sebuah objek melepaskan elektron berarti kekurangan elektron dan disebut sebagai muatan positif.
Ketika bekerja dengan listrik statis maka harus sangat hati-hati. Kondisi cuaca bisa memberikan efek besar pada eksperimen yang menggunakan muatan tersebut. Eksperimen tersebut paling baik dikerjakan pada musim dingin atau cuaca yang sedang dingin. Hari yang panas dan lembab di musim panas sangat buruk untuk experimen seperti itu.
Alasan untuk masalah yang akan muncul selama eksperimen dalam udara panas adalah kelembabab bisa membawa muatan listrik. Sehingga, kelembaban udara akan melepaskan muatan positif dan negatif dengan cepat dalam udara panas. Di musim dingin, ketika udara dingin, akan sangat kering. Pada musim panas, bahkan ketika terlihat kering , udara membawa kelembaban yang banyak daripada di musim dingin.
3. OBJEK BERMUATAN MENARIK OBJEK YANG TIDAK BERMUATAN
Mari kita lihat objek apa yang bisa diisi muatan listrik dan apa efeknya pada objek yang tidak bermuatan. Dengan sedikit usaha kita bisa melihat benda yang bisa disi listrik dan yang bisa ditarik. Faktanya, hampir semua benda akan menghasilkan muatan jika digesekkan.
Mudah untuk menunjukkan muatan statis di dalam kelas sekolah dasar. Sebagai contoh, dalam kejadian 4-A. Balon dan rak tak terlihat, balon terisi muatan ketika digesekkan dengan wool. Ini ditarik oleh dinding yang tidak bermuatan listrik. Balon tersebut sering menempel selama berjam-jam karena elektron tidak pindah dengan baik ke dalam balon. (Balon adalah penghantar listrik yang buruk).
Akhirnya, elektron berpindah dari balon ke dinding. Ketika ini terjadi, muatannya hilang(dinetralkan) dan balon jatuh ke lantai. Seperti yang dikatakan sebelumnya, muatan lebih cepat hilang dalam cuaca panas, lembab dari pada cuaca dingin dalam musim dingin.
Dalam kejadian 4-B. Membuat air berbelok arah. Kita melihat contoh lain dari sebuah objek yang ditarik objek bermuatan listrik. Sisir yang bermuatan menarik aliran air dari kran. Dengan beberapa ujicoba, air bisa ditarik secara dramatis. (lihat gambar 4-1).
Tujuan dari kejadian 4-C. Merica dan garam menunjukkan contoh lain objek bermuatan yang menarik objek tidak bermuatan. Merica dan garam ditarik oleh sisir yang bermuatan, jadi bagaimana mereka terpisah? butiran merica lebih ringan daripada garam sehingga merica ditarik lebih dulu. Juga, jika kedua bahan ada di sisir jika diketuk perlahan, garam akan jatuh lebih dahulu dibanding dengan merica.
Semua kejadian dalam bab ini menunjukkan banyak benda berbeda yang bisa ditarik oleh listrik statis. Mungkin murid anda akan menemukan contoh yang lain dengan prinsip yang sama.
a. Kejadian berbeda dan investigasi siswa.
Kejadian 4-D. Tarikan atau dorongan? gosok sebuah sisir
denganwool lalu tanya siswa untuk memperkirakan apa yang akan terjadijika sisir tersebut didekatkan (jangan disentuhkan) dengan bola kecilyang digantung. (Bola kecil sangat sensitif terhadap muatan statisdan bisa diperoleh di toko peralatan sain).Setelah siswa membuat prediksi, dekatkan sisir ke bola tersebutuntuk menunjukkan ada tarikan di sana. Lakukan ini beberapa kaliuntuk memastikan tarikan tersebut dilihat semua siswa. Lakukan haltersebut sekali lagi dan biarkan sisir menyentuh bola.Setelah sisir dan bola bersentuhan selama beberap saat, bolaterdorong menjauh. Kedua benda tersebut saling mendorong satusama lain. Aktifitas tersebut mengejutkan kebanyakan siswa. Satutambahan kegiatan bisa diberikan pada kejadian ini jika anda ingin.Tunjukkan bahwa kadang bola tersebut tertarik oleh tangan dankadang tidak tertarik.(lihat gambar 4-2).
Investasi siswa (mungkin termasuk proses-proses berikut):
1.Memprediksi apa yang terjadi pada bola dalam beberapa keadaan
2. Mengamati bahwa sisir menarik bola selama mereka tidak bersentuhan
3.Menemukan saat bola dan sisir bersentuhan mereka akan salingdorong
4. Menyimpulkan bahwa bola tertarik oleh tangan hanya setelah bola disentuhkan dengan sisir bermuatan listrik
5. membuat teori tentang tarikan dan dorongan dalam muatan statis
b.Kejadian 4-E. Membuat kertas menari.
Tempatkan kaca paa dua buku tipis seperti yang terlihat di gambar
4-3. Tempatkan potongan-potongan kertas di bawah kaca tersebut.
Sediakan pakaian sutra atau nilon lalu perintahkan siswa untuk
membuat kertas tersebut menari. ( aktifitas ini membutuhkan
kondisi yang ideal untuk berhasil).
Investigasi siswa (mungkin termasuk proses-proses berikut):
1. Mengamati bahwa potongan kertas akan meloncat ketika kaca
digosok dengan sutera, wool dan kertas( beberapa benda lain kadang juga berhasil)
2. Menemukan bahwa beberpa kertas melompat lalu menempel padakaca sebelum jatuh kembali
3. Menyimpulkan hubungan antara menggesekkan kaca dan tarikan pada kertas.
4. Membuat teorinmengenai tarikan dan dorongan pada kertas.
c.Kejadian 4-F. pohon kertas.
Gantugkan beberapa potongan kertas lalu minta siswa memutuskanbagaimana kertas tersebut terpisah. Sediakan kain wool untuk siswa.Aktifitas ini juga bisa dilakukan menggunakan plastik polythene danwool.
Investigasi siswa (mungkin termasuk proses-proses berikut):
1. Mengamati bahwa potongan kertas akan menyebar setelah digosokdengan pakaian.
2. Menyimpulkan bahwa setiap potongan kertas punya muatan yang sama
3.Menyimpulkan bahwa muatan tersebut mendorong satu sama lain.
d.Kejadian 4-G. Mengisi kaos kaki.
Biarkan siswa memutuskan bagaimana mengisi kaos kaki sutera atau nilon tanpa menaruh apapun didalamnya. Lalu biarkan mereka memutuskan bagaimana mengosnngkannya. Sediakan polythene bag.
Investigasi siswa (mungkin termasuk proses-proses berikut):
1.Mengamati bahwa kaos kaki penuh ketika digosok dengan polythene bag .
2. Mencoba dengan benda lain
3. Menyimpulkan bahwa efek tersebut disebabkan oleh dorongan muatan
4. Menemukan bahwa kaos kali dikosongkan dengan menggetrakkan tanganmu sepanjang kaos kaki tersebut
e.Kejadian 4-H. lembaran yang melompat.
Biarkan siswa memutuskan bagaimana membuat lembaran/daun elektroskop bergerak(elektroskop adalah alat yang bisa mendeteksi muatan statis). Sediakan sisir dan pakaian wool untuk siswa. Jika siswa berhasil membuat lembaran elektroskop bergerak, minta mereka membuatnya kembali ke semula. (lihat “bagaimana membuat elektroskop” pada akhir bab ini).
Investigasi siswa (mungkin termasuk proses-proses berikut):
1. Menemukan bahwa sisir mempengaruhi lembaran bahkan sebelum sisisr menyentuh ujung pegangan elektroskop
2. Mengamati ketika sisir bermuatan menyentuh elektroskop pegangannya, lembaran bergerak berpencar
3.Menemukan bahwa lembaran juga tertarik ketika sisir dipegang dekat dengan kaca samping elektroskop.
4. Menemukan lembaran jatuh kembali ketika pegangan disentuh oleh jari
5.Menyimpulkan bahwa sisir memberikan muatan pada lembaran.
f. Kejadian 4-H. lembaran yang melompat.
Biarkan siswa memutuskanbagaimana membuat lembaran/daun elektroskop bergerak(elektroskop adalah alat yang bisa mendeteksi muatan statis). Sediakan sisir dan pakaian wool untuk siswa. Jika siswa berhasil membuat lembaran elektroskop bergerak, minta mereka membuatnya kembali ke semula. (lihat “bagaimana membuat elektroskop” pada akhir bab ini)
Investigasi siswa (mungkin termasuk proses-proses berikut):
1. Menemukan bahwa sisir mempengaruhi lembaran bahkan sebelum sisisr menyentuh ujung pegangan elektroskop
2. Mengamati ketika sisir bermuatan menyentuh elektroskop pegangannya, lembaran bergerak berpencar
3. Menemukan bahwa lembaran juga tertarik ketika sisir dipegang dekat dengan kaca samping elektroskop
4. Menemukan lembaran jatuh kembali ketika pegangan disentuh oleh jari
5. Menyimpulkan bahwa sisir memberikan muatan pada lembaran
g. Kejadian 4-I. Koran lektroskop.
Potong kecil memanjang sebuah koran dan gantung diujung sebuah penggaris seperti terlihat di gambar 4-4. Tanya siswa apakah mereka bisa membuat kertas seperti lembaran elektroskop. Sediakan siswa dengan baju wool.
Investigasi siswa (mungkin termasuk proses-proses berikut):
1. Menguji dengan menggosokkan kertas dengan baju wool untuk melihat apakah kertas bisa bergerak
2. Menyimpulkan bahwa pergerakan dari kertas samadengan pergerakan lembaran dari elektroskop dalam kejadian 4-H
3. Menguji untuk melihat apakah benda lain bisa digunakan untuk menggantikan kertas.
5. Kejadian 4-D sampai 4-I Penjelasan dalam konteks (Muatan listrik yang sama saling menolak)
Kita telah melihat bahwa objek yang bermuatan listrik, baik positif maupun negatif akan menarik objek tidak bermuatan. Tetapi, apa yang terjadi ketika dua objek bermuatan sama (misal positif-positif) didekatkan? kejadian 4-D. Tarikan dan dorongan? Menunjukkan apa yang terjadi. Urutan enam langkah pada aktifitas tersebut ditunjukkan pada gambar 4-5. Mari kita bahas satu persatu langkah tersebut.
a. Ketika sisir yang bermuatan dipegang dekat dengan bola, akan ada tarikan diantara mereka karena sebuah objek bermuatan(sisir) akan menarik objek tidak bermuatan(bola).
b. Segera setelah sisir menyentuh bola, muatan berpindah dari sisir ke bola. Sekarang kedua objek tersebut mempunyai muatan yang sama.
c. Setelah bola mempunyai muatan yang sama seperti sisir, bola tersebut melompat karena muatan yang sama akan saling menolak.
d. Jika tanganmu diletakkan dekat dengan bola, bola tersebut akan tertarik ke tangan karena objek bermuatan (bola) tertarik ke objek tidak bermuatan (tangan).
e. Ketika bola menyentuh tangan, bola tersebut melepaskan muatannya (atau dinetralkan atau digroundkan). Tubuhmu yang sangat besar berfungsi sebagai penampung yang bisa menyerap kelebihan elektron pada bola. ( Pastikan untuk menunjukkan pada siswa bahwa bola yang tidak bermuatan tidak akan tertarik atau terdorong oleh tangan kita). Tarikan hanya bisa terjadi jika bola tersebut bermuatan.
f. Setelah bola kehilangan muatannya, sisa urutannya langkah bisa diulangi. Bola bisa ditarik lagi oleh sisir bermuatan. Kondisinya sama lagi seperti saat mereka di langkah nomor 1.
Bola kecil tersebut bisa dibuat dari bermacam-macam bahan. Bahan terbaik adalah yang terbuat dari isi batang jagung. Bahan lain yang bisa digunakan adalah gandum atau beras yang digembungkan dengan potongan busa plastik atau sisa arang korek api yang terbakar dan mungkin banyak bahan yang lain. Jika kertas foil (biasanya digunakan untuk membungkus rokok, berwarna keemasan) ditempelkan pada bola tersebut maka respon yang dihasilkan akan sangat cepat.
Tanpa kertas foil, bola tersebut adalah konduktor yang jelek dan elektron akan terkumpul dan hilang secara lambat. Bola “memeluk” sisir plastik untuk sementara waktu sebelum terdorong. Ketika bola dibungkus dengan kertas foil, bola langsung terdorong.
Kejadian yang lain di sesi ini juga menunjukkan bahwa muatan yang sama akan salimg menolak. Kejadian 4-E. Membuat kertas menari. Pertama, dengan menggosok kaca dengan sutera atau wool, kaca menjadi bermuatan. Pada saat itu akan menarik potongan kertas. Pada titik ini secara sederhana menunjukkan bahwa objek bermuatan( kaca) akan menarik objek tidak bermuatan(kertas).
Setelah beberapa saat kertas akan jatuh. Kenapa? Setelah potongan-potongan kertas tersebut menyentuh kaca, maka mereka akan mermuatan sama dengan kaca. Pada titik ini, mereka mempunyai muatan yang sama. Karena muatan yang sama akan saling menolak maka kertas yang tadi menempel ke kaca akan jatuh lagi. Kejadia 4-F Pohon kertas juga menunjukkan muatan yang sama akan saling menolak. Setelah terisi muatan, helaian kertas tersebut akan saling menolak satu sama lain.
Kejadian 4-G. Mengisi kaos kaki bekerja dengan baik ketika ujung kaos kaki dari nilon dipegang ke dinding dan polythelene digosok sepanjang kaoskaki ke dinding. (anda bisa tahu kalo itu adalah polythelene dengan cara menariknya, jika mudah ditarik maka itu adalah polythelene).
Tarik kaos kaki ke dinding dan tahan untuk melihat apakah akan “terisi”. Karena serat dalam kaos kaki punya muatan yang sama maka akan saling mendorong membentuk bentuk melingkar, menyebabkan proses “pengisian”. Kaos kaki tersebut akan “dikosongkan” kembali dengan menariknya dengan jarimu. Tangan dan jarimu akan menetralkan muatan yang ada di kaos kaki.
Kejadian 4-H. Lembaran yang melompat menunjukkan contoh lain bagaimana muatan yang sama saling mendorong. Lembaran/daun elektroskop akan bergerak berpencar ketika ujung pegangan disentuhkan baik dengan muatan positif maupun negatif.
Ketika muatan disentuhkan ke ujung pegangan, muatan tersebut menjalar ke lembaran. Karena lembaran elektroskop tersebut mempunyai muatan yang sama maka akan saling dorong sehingga bergerak berlawanan satu sama lain. Lembaran akan jatuh lagi saat ini dinetralkan. Hal ini bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan menyentuhkan jari pada pegangan elekstroskop.
Bahkan potongan kertas sepeeti yang digunakan pada kejadian 4-I. Elektroskop koran, bisa digunakan sebagai elektroskop. Gosok koran dengan wool dan kamu akan melihat koran tersebut akan berdiri bersamaan. Tetapi, setelah beberapa saat mereka akan melompat terpisah. Sekali lagi, kejadian ini menunjukkan bahwa muatan yang sama akan menolak satu sama lain.
B. ManfaatListrikStatikbagikehidupan
Manfaat listrik statis bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, kita bisa melihat manfaat listrik statis dalam kehidupan sehari-hari berikut ini:
1. Cat Semprot
Butiran cat dari aerosol menjadi bermuatan ketika bergesekan dengan
mulut pipa semprot dan udara. Bila benda yang akan dicat diberi
muatan yang berlawanan, maka butiran cat tertarik ke badan benda.
Hasil semprotan ini akan menjangkau seluruh benda.
2. Mesin Fotkopi
Mesin foto kopi Xerok (1960) menggunakan daya tarik muatan listrik
berbeda. Dibagian tengahnya terdapat sebuah pelat logam terlapis yang
disebut selenium. Pelat yang berpola muatan positif mencitrakan bidang
hitam yang akan digandakan, menarik partikel bermuatan negatif dari
bubuk hitam halus (toner), toner tersebut bermuatan negatif. Pola toner
dipindahkan ke atas secarik kertas kosong dan dipanggang di atasnya.
Dalam mesin fotokopi modern, pelat berlapis selenium tersebut
dipasang pada sebuah drum berputar. Prosesnya sama dengan mesin
buatan tahun 1960-an, tetapi perbedaannya sekarang semuanya
berlangsung secara otomatis.
3. Printer Laser
Manfaat lain dari listrik statis adalah digunakan sebagai prinsip printer
laser. Ketika drum yang bermuatan positif berputar, laser menyinari
bagian drum sehingga bagian tersebut bermuatan negatif. Toner yang
bermuatan positif akan menempel pada bagian drum yang bermuatan
negatif itu. Ketika kertas melewati drum, serbuk-serbuk toner akan
menempel di kertas dan membentuk sebuah citra. Fuser memanaskan
kertas sehingga toner tetap menempel pada kertas. Hal ini yang
menyebabkan kertas terasa panas pada saat keluar dari printer.
4.MesinFotokopi
Mesin fotokopi menggunakan daya tarik muatan listrik berbeda. Suatu pola muatan positif pada pelat tadi, mencitrakan bidang hitam yang akan digandakan, menarik partikel bermuatan negatif dari bubuk hitam halus yang disebut toner, toner tersebut jadi bermuatan negatif karena berhubungan dengan butir-butir gelas kecil di baki pengembang. Pola toner dipindahkan ke atas secarik kertas kosong dan dipanggang di atasnya.
C. BahayalistrikStatik
Bahaya listrik statis, antara lain sebagi berikut ;
1. Petir
Petir disebabkan awan besar yang bermuatan listrik negatif sangat kuat.
Apabila awan yang kelebihan elektron berada di atas atap sebuah
gedung. Makan gedung terinduksi menjadi bermuatan positif. Loncatan
elektron terjadi dari awan ke atap gedung karena adanya gaya tarik
menarik antara keduanya. Peristiwa ini menyebabkan gedung disambar
2. Percikan Api
Putaran ban pada saat mobil truk berjalan menghasilkan muatan negatif
(gesekan ban dengan jalan). Bagian badan logam mobil yang
berdekatan dengan ban menjadi bermuatan positif dengan cara induksi.
Hal ini dapat menimbulkan percikan api. Percikan api ini dapat
membakar muatan dalam mobil.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari SemuaUraiandiatasdapatdisimpulkanbahwaseberapapentingdanbermanfaatnyamempelajaritentanglistrikstatiksertaapasajamanfaatdannnbahayadarilistrik static tersebut.
Serta didalam muatan listrik terdapat 2 jenis muatan yakni muatan positif dan muatan negatif. Ciri khas dari muatan adalah ketika muatan yang sejenis didekatkan maka akan terjadi gaya tolak menolak, sedangkan apabila 2 muatan tak sejenis didekatkan maka akan tarik menarik. Perlu diketahui juga bahwa muatan bersifat kekal, artinya muatan tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Ketika suatu benda digosok dengan benda lain, yang terjadi bukan penciptaan muatan, tetapi perpindahan muatan.
B. KRITIK DAN SARAN
Dengandiselesaikannyamakalahinimakapribadipenulismemohonkritikdanmasukan yang bisamemambgundalamreferensimemperbaikikarya yang lebihbaiklagikedepannya.
Untuksemuarekan-rekan yang belumtampildalammepresentasikanmakalahnyasemogahasil yang dibuatlebihmenginspirasidanmenambahkanilmunyabuatkitasemuasebagaipendengar.
DaftarPustaka
Alfred E. Friedl. 1991. Teaching Science to Children. United State: Mc. Graw-Hill.
Pakenpandangiangan , S.Si.,M.Sidan Drs. YosaphatSumardi , M.Pd., M.Si (2009) Konsepdasar IPA di SD (Hal. 11.3 )
Komentar
Posting Komentar